Arti Kata "hukum DM" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hukum DM" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hukum DM

Istilah linguistik konstruksi bahasa Indonesia, baik dalam kata majemuk maupun dalam kalimat bahwa bagian yang menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yang diterangkan (D) (msl rumah Ali, rumah diterangkan (D) dan Ali menerangkan (M)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hukum DM"

📝 Contoh Penggunaan kata "hukum DM" dalam Kalimat

1.Rumah Ali terletak di dekat pasar.
2.Dalam konsep bahasa Indonesia, hukum DM sangat penting dalam struktur kalimat.
3.Guru meminta siswa untuk membuat kalimat yang mengikuti hukum DM.
4.Dalam konteks sastra, hukum DM digunakan untuk mengembangkan sintesis kalimat yang indah.
5.Ketika mengucapkan puisi, hukum DM membuat suara yang lebih alami dan menarik.

📚 Artikel terkait kata "hukum DM"

Mengenal Kata 'hukum DM' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "hukum DM" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hukum DM" adalah istilah linguistik yang merujuk pada konstruksi bahasa Indonesia yang memiliki aturan khusus. Hukum ini menjelaskan bahwa dalam kalimat atau kata majemuk, bagian yang menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yang diterangkan (D). Contohnya, dalam kalimat "rumah Ali", "Ali" adalah bagian yang menerangkan, sedangkan "rumah" adalah bagian yang diterangkan.

Sejarah Latar Belakang

Kata "hukum DM" mulai dikembangkan pada masa lalu sebagai cara untuk memahami struktur kalimat bahasa Indonesia. Hukum ini bertujuan untuk menjelaskan pola bahasa yang ada dalam bahasa Indonesia, sehingga orang dapat memahami dan menggunakan bahasa dengan lebih baik. Dengan demikian, kata "hukum DM" menjadi penting dalam bidang linguistik dan pemahaman bahasa Indonesia.

Contoh Penggunaan

Berdasarkan hukum DM, kita dapat melihat contoh-contoh penggunaan kata majemuk yang sesuai dengan aturan ini. Misalnya, "buku saya" di mana "saya" adalah bagian yang menerangkan, sedangkan "buku" adalah bagian yang diterangkan. Atau dalam kalimat "apel merah", "merah" adalah bagian yang menerangkan, sedangkan "apel" adalah bagian yang diterangkan. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa hukum DM berlaku dalam berbagai contoh kalimat.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "hukum DM" memiliki relevansi penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam komunikasi, kita sering menggunakan kata majemuk dan kalimat untuk menyampaikan pesan. Dengan memahami hukum DM, kita dapat menggunakan bahasa yang lebih baik dan efektif dalam berkomunikasi. Selain itu, pengetahuan tentang hukum DM juga dapat membantu kita dalam memahami teks yang lebih kompleks dan menilai kemampuan berbahasa seseorang.