Arti Kata "hipofremia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hipofremia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hipofremia

hi·po·fre·mia /hipofrémia/ n Psi keadaan lemah otak atau lemah mental; keadaan keterbelakangan mental

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hipofremia"

📝 Contoh Penggunaan kata "hipofremia" dalam Kalimat

1.Di klinik psikologi, saya sering menemukan pasien yang menderita hipofremia akibat stres berlebihan.
2.Sebagai seorang guru, saya berkesimpulan bahwa anak yang selalu bermasalah dalam kelas mungkin menderita hipofremia.
3.Pada masa kanak-kanak, dia menderita hipofremia dan buta huruf sampai usia 10 tahun.
4.Ketika bertemu dengan teman lama di kantor, aku menyadari bahwa ia menderita hipofremia sejak masa remajanya.
5.Dalam novel itu, karakter utama mengalami hipofremia setelah mengalami kecelakaan serius yang mengakibatkan luka kepala.

📚 Artikel terkait kata "hipofremia"

Mengenal Kata 'hipofremia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hipofremia" - Inspirasi dan Motivasi

Kata hipofremia sering digunakan dalam konteks kesehatan mental, tetapi sebelumnya, apa makna umum dan konteks historis/sosial dari kata ini? Secara etimologi, kata hipofremia berasal dari Yunani yang berarti "kelemahan otak" atau "kelemahan mental". Dalam konteks sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan keterbelakangan mental atau kelemahan otak yang tidak terkait dengan gangguan otak fisik.

Penggunaan Kata "Hipofremia" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kata hipofremia sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang mengalami kelemahan mental atau keterbelakangan mental. Misalnya, "Dia menderita hipofremia yang parah setelah mengalami kecelakaan" atau "Kondisi mentalnya mengalami hipofremia setelah mengalami stres yang berkepanjangan". Contoh lainnya adalah, "Ketua tim itu mengalami hipofremia yang menyebabkan keputusan buruk yang menghambat proyek".

Relevansi Kata "Hipofremia" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata hipofremia memiliki relevansi yang signifikan dalam menggambarkan keadaan mental seseorang. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks kesehatan mental, seperti dalam pengobatan hipofremia yang parah dengan menggunakan terapi atau obat-obatan. Selain itu, kata hipofremia juga digunakan dalam konteks pendidikan, seperti dalam menggambarkan keadaan keterbelakangan mental pada anak-anak yang memerlukan perawatan khusus.