Arti Kata "hengkang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hengkang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hengkang

1heng·kang /héngkang/ v 1 mundur: ketika perintah -- diberikan, aku segera meninggalkan tempat; 2 melarikan diri; angkat kaki: bromocorah itu -- saat desa sedang sepi

2heng·kang /héngkang/ a pengkar: ada wanita agak -- pergi meninggalkan gedung itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hengkang"

📝 Contoh Penggunaan kata "hengkang" dalam Kalimat

1.Ketika perintah diberikan, aku segera meninggalkan tempat dan pergi ke kantor.
2.Dia terpaksa hengkang dari posnya karena terbongkar skandal korupsi.
3.Pada malam itu, kami berdua hengkang dari rumah dan tidak pulang sampai pagi hari.
4.Dalam pertarungan yang sengit itu, pasukan lawan hengkang setelah kehilangan komandan mereka.
5.Siswa itu hengkang dari sekolah setelah mengetahui bahwa dia tidak lagi diterima.

📚 Artikel terkait kata "hengkang"

Mengenal Kata 'hengkang' - Inspirasi dan Motivasi

Pengertian dan Contoh Penggunaan Kata "Hengkang"

Kata hengkang memiliki arti resmi dalam Bahasa Indonesia yang berarti "mundur" atau "melarikan diri". Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan dalam konteks perang atau konflik, seperti ketika pasukan musuh harus hengkang dari medan pertempuran. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kata ini lebih sering digunakan dalam konteks yang lebih sederhana, seperti ketika seseorang harus hengkang dari rumah karena masalah keuangan. Dalam kalimat yang alami, kata hengkang dapat digunakan seperti ini: "Setelah perintah untuk hengkang diberikan, aku segera meninggalkan tempat." Atau, "Bromocorah itu hengkang saat desa sedang sepi." Contoh lainnya adalah: "Setelah terjadinya bencana, banyak warga yang harus hengkang dari rumah mereka." Dalam kehidupan sehari-hari, kata hengkang masih memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, ketika seseorang harus hengkang dari pekerjaannya karena masalah konflik dengan bosnya. Atau, ketika seseorang harus hengkang dari rumah karena masalah keuangan yang tidak terkendali. Dalam budaya Indonesia modern, kata hengkang masih digunakan dalam konteks yang lebih sederhana, seperti ketika seseorang harus hengkang dari tempat yang tidak nyaman.