Arti Kata "gubris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gubris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gubris

gub·ris v, meng·gub·ris v cak mempedulikan; mengindahkan; memperhatikan: tanpa ~ seruan petugas mereka terus melancarkan demonstrasi;
gub·ris·an n cak perhatian; hirauan: ia menegur lagi, tetapi tidak pernah mendapat ~ dr si gadis itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gubris"

📝 Contoh Penggunaan kata "gubris" dalam Kalimat

1.Pengadilan menolak mempertimbangkan permohonan bandingnya karena dianggap gubris.
2.Dalam kesempatan itu, dia berbicara tentang pentingnya memperhatikan gubris anak muda saat ini.
3.Karena gubrisnya, mereka tidak mau mendengarkan nasehat para senior.
4.Dia menilai keputusan tersebut sebagai gubris yang tidak masuk akal.
5.Dalam puisinya, dia menggambarkan betapa gubrisnya manusia dalam mencari kekuasaan.

📚 Artikel terkait kata "gubris"

Mengenal Kata 'gubris' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Makna "Gubris" dalam Bahasa Indonesia

Gubris adalah kata yang memiliki makna penting dalam bahasa Indonesia. Secara umum, gubris berarti mempedulikan, mengindahkan, atau memperhatikan. Kata ini memiliki konteks historis yang menarik, karena awalnya digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memperhatikan atau mengindahkan seruan atau perintah dari orang lain. Dalam konteks sosial, gubris juga dapat berarti perhatian atau hirauan yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu. Dalam penggunaan sehari-hari, kata gubris sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Tanpa gubris seruan petugas, mereka terus melancarkan demonstrasi." Dalam kalimat ini, gubris digunakan untuk menggambarkan bahwa petugas tidak memperhatikan atau mengindahkan seruan demonstran. Contoh lain adalah, "Ia menegur lagi, tetapi tidak pernah mendapat gubris dari si gadis itu." Dalam kalimat ini, gubris digunakan untuk menggambarkan bahwa si gadis tidak memperhatikan atau mengindahkan teguran dari orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata gubris memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia, memperhatikan atau mengindahkan orang lain adalah hal yang sangat penting. Ketika kita memperhatikan orang lain, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan menghargai mereka. Dalam konteks ini, gubris bukan hanya kata yang digunakan dalam kalimat, tetapi juga nilai yang harus dijunjung tinggi dalam interaksi sosial.