Arti Kata "gebah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gebah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gebah

ge·bah v, meng·ge·bah v menggertak; mengusik; menghalau: mereka ~ pengemis itu; pasukan anti huru-hara itu membubarkan kerumunan orang spt ~ lalat saja

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gebah"

📝 Contoh Penggunaan kata "gebah" dalam Kalimat

1.Pengemis itu terus-terusan menggebah para pengunjung di depan gereja.
2.Pembuat kebijakan harus siap menggebah para pengusaha yang tidak taat peraturan.
3.Penduduk kota itu merasa sangat kesal ketika para pejabat menggebah mereka untuk membayar pajak lebih banyak.
4.Pemimpin kelompok itu tidak menunggu lama untuk menggebah lawan politiknya di depan umum.
5.Para polisi harus sabar menggebah para pengunjung yang tidak terkendali di acara musik besar.

📚 Artikel terkait kata "gebah"

Mengenal Kata 'gebah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gebah" - Cara Mengusik atau Menggertak Seseorang

Kata "gebah" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, kata ini berarti menggertak atau mengusik seseorang. Istilah ini sering digunakan dalam konteks sosial, terutama dalam pergaulan sehari-hari. Dalam sejarahnya, kata gebah juga digunakan dalam bentuk lain, seperti "menggebah", yang berarti menggertak atau mengusik seseorang dengan cara yang kasar atau tidak sopan.

Contoh Penggunaan Kata "gebah"

Kata "gebah" dapat digunakan dalam berbagai kalimat, seperti: - "Ia ~ pengemis itu dengan mengambil uangnya." (dalam konteks mengusik atau menggertak) - "Pasukan anti huru-hara itu ~ kerumunan orang dengan menembakkan gas air mata." (dalam konteks mengusik atau menggertak) - "Dia ~ saya dengan mengatakan bahwa saya tidak bisa membayar utang saya." (dalam konteks menggertak atau mengusik)

Relevansi Kata "gebah" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "gebah" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari karena sering digunakan dalam pergaulan sosial. Dalam konteks ini, kata gebah dapat berarti mengusik atau menggertak seseorang dengan cara yang tidak sopan atau kasar. Namun, dalam beberapa kasus, kata gebah juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih positif, seperti menggertak atau mengusik seseorang untuk mengambil perhatian atau membangkitkan semangat. Dalam budaya Indonesia modern, kata gebah sering digunakan dalam media sosial dan percakapan sehari-hari, sehingga menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang umum digunakan.