Arti Kata "furuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "furuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

furuk

fu·ruk n Isl hukum tt kewajiban agama yg tidak pokok yg dijabarkan (bersumber) dr hukum dasar; hukum tambahan: perbedaan pendapat tt jumlah rakaat dl salat Tarawih itu bukanlah mengenai ajaran pokok, melainkan mengenai masalah --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "furuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "furuk" dalam Kalimat

1.Dalam konteks keagamaan, furuk adalah hukum tambahan yang tidak pokok dalam Islam.
2.Dalam praktek sehari-hari, beberapa masyarakat setempat memiliki furuk yang berbeda-beda dalam pelaksanaan ibadah.
3.Para ulama telah memperdebatkan tentang jumlah rakaat dalam salat Tarawih, yang merupakan masalah furuk.
4.Dalam kitab fiqih, hukum-hukum furuk yang tidak pokok seringkali tidak diprioritaskan dalam praktik ibadah.
5.Perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat dalam salat Tarawih adalah contoh furuk yang tidak menyimpang dari ajaran pokok Islam.

📚 Artikel terkait kata "furuk"

Mengenal Kata 'furuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "furuk" - Hukum Agama yang Menarik

Dalam bahasa Indonesia, kata "furuk" memiliki arti yang sangat spesifik dalam konteks agama Islam. Secara umum, furuk merujuk pada hukum-hukum agama yang tidak pokok, namun masih sangat penting untuk ditaati. Konteks historis dan sosial furuk erat kaitannya dengan hukum dasar Islam, yang menjadi sumber bagi furuk. Dengan demikian, furuk dapat diibaratkan sebagai hukum tambahan yang membantu menjelaskan dan menjabarkan hukum dasar tersebut.

Contoh Penggunaan Kata "furuk" dalam Kalimat

Kata furuk sering digunakan dalam kalimat untuk menjelaskan hukum-hukum agama yang tidak pokok, namun sangat penting. Contoh sederhana adalah: "Dalam Islam, hukum furuk tidak boleh dilanggar, karena dapat mempengaruhi kualitas ibadah seseorang." Dalam kalimat ini, kata furuk digunakan untuk menjelaskan hukum agama yang tidak pokok, namun sangat penting untuk ditaati. Contoh lain adalah: "Pertentangan antara mazhab fiqih dalam hal furuk tidak boleh dilibatkan dalam perdebatan umum." Dalam kalimat ini, kata furuk digunakan untuk menjelaskan perbedaan pendapat dalam hal furuk yang tidak boleh dilibatkan dalam perdebatan umum.

Relevansi Kata "furuk" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata furuk memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks agama Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kata furuk digunakan untuk menjelaskan hukum-hukum agama yang tidak pokok, namun sangat penting untuk ditaati. Dalam budaya Indonesia modern, kata furuk sering digunakan dalam konteks agama Islam, untuk menjelaskan hukum-hukum agama yang tidak pokok, namun sangat penting untuk ditaati. Dengan demikian, kata furuk memiliki peran yang sangat penting dalam membantu menjelaskan dan menjabarkan hukum dasar Islam.