Arti Kata "fatsun" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fatsun" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fatsun

fat·sun Bld n sopan santun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fatsun"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "fatsun" dalam Kalimat

1.Di kampus, dosen tersebut selalu mengajarkan sopan santun dengan cara yang disebut fatsun.
2.Pengertian fatsun dalam budaya Jepang sangat berbeda dengan konsep kebiasaan masyarakat di Indonesia.
3.Ia menganggap bahwa fatsun sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kerja.
4.fatsun yang selalu diajarkan oleh guru SD ini ternyata sangat berdampak pada kepribadian anak-anak.
5.Dalam acara pernikahan, perlu diingat bahwa fatsun adalah salah satu aspek penting yang harus dipelajari.

πŸ“š Artikel terkait kata "fatsun"

Mengenal Kata 'fatsun' - Inspirasi dan Motivasi

Budaya Sopan Santun di Era Digital: Fatsun

Pada zaman digital seperti saat ini, konsep fatsun atau fatΒ·sun Bld n sopan santun menjadi sangat relevan. Kata ini berasal dari bahasa Inggris "fat sun" yang berarti matahari yang besar dan hangat, namun dalam konteks sopan santun, fatsun memiliki makna yang lebih dalam. Fatsun merujuk pada perilaku yang ramah, hormat, dan sopan terhadap orang lain, serta memiliki jiwa yang hangat dan peduli. Konsep ini telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama dan masih relevan hingga saat ini. Dalam kehidupan sehari-hari, fatsun ditunjukkan dengan cara berbicara yang santun, bersikap hormat terhadap orang lain, dan memiliki kesabaran yang tinggi. Contohnya, ketika berbicara dengan orang tua, kita haruslah menggunakan bahasa yang santun dan hormat, seperti memanggil mereka dengan gelar yang sesuai. Contoh lain, ketika berada di tempat umum, kita haruslah bersikap sopan dan tidak mengganggu orang lain. Dalam kehidupan modern, konsep fatsun masih sangat relevan. Dengan kemajuan teknologi dan kemudahan komunikasi, kita seringkali berinteraksi dengan orang lain melalui media sosial. Namun, dalam berbagai situasi, kita haruslah tetap memiliki perilaku fatsun untuk menunjukkan rasa hormat dan sopan santun. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial dan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik.