Arti Kata "eteris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "eteris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

eteris

ete·ris /étéris/ ? asiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "eteris"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "eteris" dalam Kalimat

1.Dalam konteks akademis, penelitian tentang hewan di habitat alami harus dilakukan secara etis dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
2.Penggunaan etis teknologi informasi sangat penting untuk melindungi privasi pengguna internet.
3.Sebagai calon dokter, Anda harus memahami prinsip-prinsip etis dalam bidang kesehatan dan berkomitmen untuk menghargai kehidupan setiap individu.
4.Kegagalan masyarakat modern untuk memahami konsep etis dalam interaksi sosial menimbulkan masalah sosial yang sangat kompleks.
5.Dalam konteks budaya, perluasan penggunaan etis teknologi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan meningkatkan akses informasi dan komunikasi.

πŸ“š Artikel terkait kata "eteris"

Mengenal Kata 'eteris' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "eteris" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "eteris" memiliki makna yang sangat spesifik dan unik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini memiliki asal usul yang erat kaitannya dengan filsafat dan teori tentang keberadaan dan sifat-sifat dasar dari materi. Dalam arti resmi, eteris diartikan sebagai "eteΒ·ris / Γ©tΓ©ris/ ? asiri", yang memiliki makna yang hampir sama dengan tidak ada atau tidak berada. Dalam sejarah, kata eteris dipakai oleh para filsuf untuk menjelaskan tentang sifat-sifat dasar dari materi dan keberadaan. Mereka berpendapat bahwa eteris adalah substansi yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan juga tidak dapat diubah atau diubah menjadi bentuk lain. Dengan demikian, eteris dianggap sebagai substansi yang paling dasar dan paling fundamental. Berikut beberapa contoh penggunaan kata eteris dalam kalimat yang alami: - "Filsuf modern berpendapat bahwa eteris bukanlah substansi yang nyata, melainkan hanya konsep yang digunakan untuk menjelaskan tentang sifat-sifat dasar dari materi." - "Dalam teori fisika, eteris dianggap sebagai substansi yang tidak dapat diubah atau diubah menjadi bentuk lain." - "Filsuf kuno percaya bahwa eteris adalah substansi yang paling dasar dan paling fundamental, dan tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil." Dalam kehidupan sehari-hari, kata eteris tidak dapat kita temukan dengan mudah. Namun, dalam konteks filsafat dan teori, kata eteris masih sangat relevan dan penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata eteris masih digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam bidang ilmu pengetahuan dan filsafat. Dengan demikian, kata eteris tetap menjadi inspirasi dan motivasi bagi para filsuf dan ilmuwan untuk terus menjelajahi keberadaan dan sifat-sifat dasar dari materi.