Arti Kata "epikuris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "epikuris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

epikuris

epi·ku·ris /épikuris/ n orang yg mempunyai paham bahwa kenikmatan rohaniah lebih tinggi dp kenikmatan jasmaniah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "epikuris"

📝 Contoh Penggunaan kata "epikuris" dalam Kalimat

1.epikuris itu dikenal sebagai filsuf yang mengutamakan kenikmatan rohaniah daripada jasmaniah.
2.Banyak orang yang menganggap epikuris sebagai penganut hedonisme dengan cara hidupnya yang sederhana.
3.Pemikiran epikuris tentang kebahagiaan hidup telah mempengaruhi beberapa filsuf lainnya dalam sejarah.
4.Dalam sejarah filsafat, epikuris sering dianggap sebagai lawan dari stoikis yang lebih fokus pada ketabahan.
5.Di masa lalu, epikuris sering dianggap sebagai kelompok minoritas karena pendapat mereka yang berbeda dari mayoritas.

📚 Artikel terkait kata "epikuris"

Mengenal Kata 'epikuris' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "epikuris" - Inspirasi dan Motivasi

Orang-orang yang mengikuti filsafat epikuris percaya bahwa kenikmatan rohaniah lebih penting daripada kenikmatan jasmaniah. Filsafat ini berasal dari zaman kuno Yunani, yang dipelopori oleh Epikurus, seorang filsuf yang hidup pada abad ke-4 SM. Epikurus menyatakan bahwa tujuan utama kehidupan adalah mencapai ketenangan dan kebahagiaan melalui pengalaman rohaniah, bukan melalui kekayaan atau kekuasaan. Dalam praktiknya, orang-orang epikuris percaya bahwa kebahagiaan dapat dicapai melalui kebiasaan yang seimbang, seperti menjaga kesehatan, menghargai persahabatan, dan menikmati keindahan alam. Mereka juga percaya bahwa harus ada batasan pada keinginan dan ambisi, karena keinginan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penderitaan dan ketidakbahagiaan. Contoh penggunaan kata epikuris dalam kalimat yang alami adalah: "Dia mengikuti filsafat epikuris dan selalu mencari ketenangan dalam hidupnya." "Dia percaya bahwa kebahagiaan dapat dicapai melalui pengalaman rohaniah, bukan melalui kekayaan." "Dia menghabiskan waktu di alam untuk menikmati keindahan alam dan mencapai ketenangan." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep epikuris masih relevan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, dalam dunia pekerjaan, orang-orang dapat mencari keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi untuk meningkatkan kebahagiaan dan ketenangan. Dalam hubungan sosial, orang-orang dapat meningkatkan kebahagiaan dengan menghargai persahabatan dan memperkuat ikatan emosional.