Arti Kata "ekseptor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ekseptor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ekseptor

ek·sep·tor /ékséptor/ n orang yg mengajukan eksepsi (pembelaan, tangkisan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ekseptor"

📝 Contoh Penggunaan kata "ekseptor" dalam Kalimat

1.Di pengadilan, ekseptor dapat mengajukan penolakan atas bukti yang tidak mencukupi.
2.Dalam konteks akademis, mahasiswa yang menyangkal hasil evaluasi dapat dianggap sebagai ekseptor.
3.Ia berperan sebagai ekseptor dalam debat ilmiah tentang teori baru yang dikemukakan oleh seorang peneliti.
4.Sebagai ekseptor, dia harus siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh hakim.
5.Dia menjadi ekseptor dalam proses peradilan yang menyangkut kejahatan yang serius.

📚 Artikel terkait kata "ekseptor"

Mengenal Kata 'ekseptor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ekseptor" - Pembelaan Hukum yang Sah

Kata "ekseptor" sering digunakan dalam konteks hukum, tetapi apa sebenarnya maknanya? Dalam bahasa Indonesia, kata ekseptor merupakan sinonim dari "pembela" atau "tangkisan". Sejarahnya, kata ini berasal dari bahasa Latin "exceptor", yang berarti "orang yang mengajukan kekecewaan" atau "orang yang menolak". Dalam konteks hukum, ekseptor adalah orang yang mengajukan eksepsi atau pembelaan atas suatu tuduhan atau keputusan hukum.

Penggunaan Kata "Ekseptor" dalam Kalimat

Ekseptor sering digunakan dalam kalimat yang berhubungan dengan proses hukum. Misalnya, "Pengacara yang menjadi ekseptor dalam perkara tersebut berhasil membuktikan kebenaran kliennya." Dalam kalimat ini, ekseptor adalah pengacara yang mengajukan pembelaan atas keputusan hukum yang menuduh kliennya. Contoh lain adalah, "Ekseptor dalam kasus korupsi tersebut berhasil mengungkapkan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran klaimnya." Dalam kalimat ini, ekseptor adalah orang yang mengajukan eksepsi atas tuduhan korupsi.

Relevansi Kata "Ekseptor" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "ekseptor" juga relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks hukum. Dalam budaya Indonesia modern, ekseptor sering digunakan dalam kalimat yang berhubungan dengan proses hukum, seperti dalam pengadilan atau mahkamah. Misalnya, "Ekseptor dalam perkara tersebut berhasil membuktikan kebenaran kliennya di pengadilan." Dalam kalimat ini, ekseptor adalah pengacara yang mengajukan pembelaan atas keputusan hukum yang menuduh kliennya. Dengan demikian, kata "ekseptor" menjadi penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks hukum.