Arti Kata "eceng gondok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "eceng gondok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

eceng gondok

tumbuhan air yang hidup terapung di permukaan air, mempunyai kecepatan berkembang biak vegetatif sangat tinggi dan mempunyai kemampuan besar untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan keadaan lingkungan; Eichornia crassipes

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "eceng gondok"

📝 Contoh Penggunaan kata "eceng gondok" dalam Kalimat

1.eceng gondok dapat dijadikan salah satu sumber makanan untuk ikan.
2.Pengendalian eceng gondok merupakan tugas yang penting bagi pengelola taman.
3.eceng gondok hidup di air dengan cara terapung, sehingga tidak perlu akar penopang.
4.Penggunaan eceng gondok sebagai bahan baku kosmetik telah menjadi trend baru beberapa tahun terakhir.
5.Saat berkunjung ke taman, saya melihat banyak eceng gondok tumbuh di danau kecil.

📚 Artikel terkait kata "eceng gondok"

Mengenal Kata 'eceng gondok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "eceng gondok" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "eceng gondok" seringkali muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama di daerah-daerah yang memiliki kondisi lingkungan yang rawan banjir. Dalam bahasa Indonesia, kata ini merujuk pada tumbuhan air yang hidup terapung di permukaan air, memiliki kecepatan berkembang biak vegetatif yang sangat tinggi, serta kemampuan besar untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan keadaan lingkungan. Tumbuhan ini dikenal dengan nama ilmiah Eichornia crassipes dan merupakan salah satu contoh flora adaptif yang dapat bertahan hidup dalam kondisi yang sulit. Eceng gondok seringkali digunakan dalam kalimat-kalimat yang alami. Misalnya, "Hari ini, saya melihat banyak eceng gondok tumbuh di samping sungai," atau "Kota ini sedang mengalami banjir, jadi banyak warga yang harus menghadapi eceng gondok yang tumbuh di jalan-jalan." Penggunaan kata ini menunjukkan betapa luasnya distribusi dan penyebaran tumbuhan ini dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kata "eceng gondok" juga relevan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, tumbuhan ini telah menjadi topik perdebatan dalam konteks pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Banyak warga yang melihat eceng gondok sebagai penyebab utama banjir dan kerusakan lingkungan, sedangkan beberapa ilmuwan lainnya berpendapat bahwa tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dan oksigen di lingkungan air. Oleh karena itu, paham yang lebih komprehensif tentang eceng gondok dan peranannya dalam ekosistem air sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan.