Arti Kata "dureng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dureng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dureng

du·reng /duréng/ n musim di Flores dng turun hujan setiap hari siang dan malam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dureng"

📝 Contoh Penggunaan kata "dureng" dalam Kalimat

1.Warga Flores menantikan musim dureng setiap tahunnya.
2.Penduduk Pulau Flores memiliki tradisi untuk beribadah selama musim dureng.
3.Saat ini adalah musim dureng, jadi kita harus siap menghadapi hujan.
4.Dipilihlah tanggal 15 Maret sebagai awal musim dureng di Flores.
5.Pengelola pariwisata Flores siap menyambut wisatawan selama musim dureng.

📚 Artikel terkait kata "dureng"

Mengenal Kata 'dureng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dureng" - Inspirasi dari Alam Flores

Kata "dureng" mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tetapi bagi masyarakat Flores, istilah ini memiliki makna yang sangat spesifik. Dalam konteks budaya dan geografi Flores, dureng adalah musim tertentu yang ditandai dengan hujan yang turun setiap hari, baik siang maupun malam. Musim ini membawa perubahan iklim yang signifikan bagi masyarakat setempat, sehingga mereka harus beradaptasi dengan kondisi alam yang berubah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "dureng" digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Mereka harus berhati-hati saat berjalan di jalan karena hujan deras di musim dureng". "Kami tidak akan pergi ke pantai hari ini karena dureng sudah mulai tiba". Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa kata "dureng" sangat relevan dalam kehidupan masyarakat Flores, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "dureng" juga memiliki makna yang lebih luas. Banyak masyarakat yang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan suasana hati yang sedang mengalami perubahan drastis. Misalnya, "Saya sedang mengalami dureng dalam hidupku karena kehilangan seseorang yang dicintai". Dalam konteks ini, kata "dureng" digunakan untuk menggambarkan perubahan emosi yang kompleks dan tidak terduga.