Arti Kata "dolat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dolat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dolat

do·lat ? daulat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dolat"

📝 Contoh Penggunaan kata "dolat" dalam Kalimat

1.Pemimpin negara harus selalu menjunjung tinggi do·lat negaranya.
2.Kantor pos menggunakan do·lat untuk mengirimkan surat penting ke seluruh wilayah.
3.Daulat dan kehormatan negara harus dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan pemerintahan.
4.Penggunaan do·lat yang tidak tepat dapat menimbulkan kesan tidak profesional.
5.Dalam pelajaran sejarah, siswa belajar tentang do·lat kerajaan masa lalu yang sangat maju dan berkuasa.

📚 Artikel terkait kata "dolat"

Mengenal Kata 'dolat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dolat" - Daulat dan Maknanya yang Mendalam

Kata "dolat" memiliki makna yang sangat mendalam dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "do·lat ? daulat" berarti kekuasaan atau otoritas yang sah. Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, dan telah menjadi bagian integral dari bahasa Indonesia modern. Kata "dolat" memiliki konotasi yang sangat positif, mengacu pada kekuasaan yang adil, bijak, dan beradab. Dalam sejarah, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kekuasaan raja, Sultan, atau pemimpin lainnya yang memiliki otoritas yang sah dan dihormati. Dalam konteks modern, kata ini masih digunakan untuk menggambarkan kekuasaan yang adil dan beradab, seperti kekuasaan pemerintah yang berlaku hukum dan menghormati hak asasi manusia. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "dolat" dalam kalimat yang alami: * "Kepala negara memiliki dolat yang sah untuk mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan negara." * "Pemerintah memiliki dolat untuk mengatur ekonomi dan memberikan kebijakan yang tepat." * "Ketua partai memiliki dolat untuk mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan partai." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "dolat" juga memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kekuasaan yang adil dan beradab. Misalnya, ketika seseorang memiliki kekuasaan yang besar, tetapi menggunakan kekuasaannya dengan adil dan beradab, maka kata ini digunakan untuk menggambarkan kekuasaannya tersebut.