Arti Kata "disorganisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "disorganisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

disorganisasi

dis·or·ga·ni·sa·si n keadaan tanpa aturan (kacau, cerai-berai, dsb) krn adanya perubahaan pd lembaga sosial tertentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "disorganisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "disorganisasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah berusaha mengatasi disorganisasi yang terjadi di sektor kesehatan akibat kurangnya infrastruktur.
2.Kerusuhan dan disorganisasi yang terjadi di lapangan membuat kami kesulitan melakukan kegiatan.
3.Ketidakstabilan politik di negara tersebut menyebabkan disorganisasi yang parah di berbagai sektor.
4.Karena disorganisasi yang terjadi, banyak anak-anak yang tidak bisa menerima pendidikan dasar yang layak.
5.disorganisasi yang terjadi di perusahaan menyebabkan banyak karyawan kehilangan pekerjaan.

📚 Artikel terkait kata "disorganisasi"

Mengenal Kata 'disorganisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Disorganisasi" - Mengatasi Kacau dalam Kehidupan

Kata "disorganisasi" sering digunakan untuk menggambarkan keadaan tanpa aturan, kacau, atau cerai-berai di dalam suatu lembaga sosial. Dalam konteks historis, kata ini pertama kali muncul pada abad ke-19 sebagai hasil dari perubahan sosial dan politik yang cepat. Pada masa itu, perubahan ini menyebabkan struktur sosial dan ekonomi yang ada menjadi tidak stabil dan tidak terkendali. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh disorganisasi di berbagai bidang. Misalnya, ketika sebuah perusahaan mengalami perubahan pengelolaan yang cepat tanpa perencanaan yang matang, maka kemungkinan besar akan terjadi disorganisasi dalam operasional perusahaan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas, peningkatan biaya, dan bahkan kehilangan pelanggan. Contoh lain adalah ketika sebuah komunitas terjadi konflik antar anggota, maka komunitas tersebut dapat mengalami disorganisasi. Dalam budaya Indonesia modern, disorganisasi sering dihubungkan dengan fenomena sosial yang kompleks. Misalnya, ketika sebuah masyarakat terjadi perubahan sosial yang cepat tanpa perencanaan yang matang, maka kemungkinan besar akan terjadi disorganisasi dalam struktur sosial masyarakat tersebut. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup masyarakat, peningkatan konflik sosial, dan bahkan kehilangan identitas budaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengidentifikasi dan mengatasi disorganisasi dalam kehidupan sehari-hari dengan cara membangun struktur sosial yang stabil dan terkendali.

Bagaimana Mengatasi Disorganisasi dalam Kehidupan?

Dalam mengatasi disorganisasi, kita perlu membangun struktur sosial yang stabil dan terkendali. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang efektif, membangun hubungan yang harmonis, dan membangun kepercayaan yang kuat. Dengan demikian, kita dapat menghindari disorganisasi dan membangun kehidupan yang lebih stabil dan harmonis.