Arti Kata "diskulpasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diskulpasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diskulpasi

dis·kul·pa·si n bebas dr hukuman; terlepas dr hukuman

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diskulpasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "diskulpasi" dalam Kalimat

1.Mahkamah mengabulkan permohonan diskulapsinya dengan alasan kesalahan prosedural.
2.Dalam proses pengadilan, hakim menolak untuk mengabulkan permohonan diskulapsinya karena bukti yang kuat.
3.Ketua komite mengajukan permohonan diskulapsinya atas dirinya karena kesalahan dalam menangani proyek.
4.Pada saat itu, dia menulis sebuah puisi tentang diskulapsinya yang dialaminya di penjara.
5.Dia menawarkan diskulapsinya kepada teman itu agar bisa memulihkan hubungan mereka.

📚 Artikel terkait kata "diskulpasi"

Mengenal Kata 'diskulpasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Diskulpasi" - Jalan Keluar dari Kesalahan

Sejarah dan Makna Umum

Diskulpasi adalah kata yang memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki arti bebas dari hukuman, terlepas dari hukuman. Makna ini telah ada sejak lama dan dapat ditemukan dalam berbagai konteks sejarah dan sosial. Diskulpasi seringkali dihubungkan dengan kesalahan atau pelanggaran, namun dengan adanya diskulpasi, seseorang dapat memperoleh pengampunan dan kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Contoh Penggunaan Diskulpasi dalam Kalimat

Diskulpasi seringkali digunakan dalam berbagai kalimat untuk mengungkapkan rasa bersalah atau meminta pengampunan. Misalnya, "Dia meminta diskulpasi kepada teman-temannya karena telah melakukan kesalahan besar." Dalam kalimat ini, diskulpasi digunakan untuk mengungkapkan rasa bersalah dan meminta pengampunan. Contoh lainnya adalah, "Kami telah melakukan kesalahan dan ingin diskulpasi kepada publik atas hal tersebut." Dalam kalimat ini, diskulpasi digunakan untuk menunjukkan bahwa kami telah melakukan kesalahan dan ingin meminta pengampunan.

Relevansi Diskulpasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Diskulpasi memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun secara sosial. Dalam kehidupan pribadi, diskulpasi dapat membantu seseorang untuk memperbaiki hubungan dengan orang lain dan menghilangkan rasa bersalah. Dalam konteks sosial, diskulpasi dapat membantu masyarakat untuk mengatasi konflik dan memperkuat kerja sama. Dalam budaya Indonesia modern, diskulpasi telah menjadi salah satu nilai yang sangat penting, yaitu untuk meminta pengampunan dan memperbaiki hubungan. Oleh karena itu, diskulpasi harus selalu diingat dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.