Arti Kata "derep" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "derep" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

derep

de·rep Jw v menolong memotong padi dng imbalan kurang lebih seperlima dr hasil panen

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "derep"

📝 Contoh Penggunaan kata "derep" dalam Kalimat

1.Petani lokal menawarkan jasa derep kepada petani lain untuk memotong padi.
2.Di desa sana, tradisi derep masih dipraktikkan oleh masyarakat setempat.
3.Sebagai cara untuk memotong padi, petani sering menggunakan jasa derep yang lebih cepat.
4.Dalam sejarah suku tertentu, derep merupakan salah satu cara untuk membagi hasil panen.
5.Pada masa lalu, petani sering menawarkan jasa derep kepada petani lain yang membutuhkannya.

📚 Artikel terkait kata "derep"

Mengenal Kata 'derep' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "derep" - Tradisi Menguntungkan Petani

Dalam lingkungan pertanian tradisional, kata derep memiliki makna yang khusus. Kata ini mengacu pada proses menolong memotong padi dengan imbalan kurang lebih seperlima dari hasil panen. Tradisi derep ini masih dilestarikan hingga saat ini, terutama di pedesaan dan komunitas petani. Penggunaan kata derep dapat dilihat dalam beberapa kalimat alami. Sebagai contoh, "Rakyat setempat menolong petani mencapai musim panen dengan syarat dapat mendapatkan derep sebagai imbalan." Atau, "Mereka tidak hanya membantu menanam padi tetapi juga berbagi dalam derep sebagai bentuk gotong royong." Dengan demikian, kata derep menjadi bagian penting dalam proses panen, menunjukkan keharmonisan dan kerja sama di antara masyarakat. Sayangnya, dalam kehidupan sehari-hari, tradisi derep mulai terlupakan, terutama dengan kemajuan teknologi dan perubahan sosiokultural. Namun, masih ada beberapa komunitas yang berusaha melestarikan tradisi ini sebagai cara untuk mengingatkan pentingnya kerja sama dan bantuan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kata derep tetap relevan dalam konteks budaya Indonesia modern.