Arti Kata "delusi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "delusi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

delusi

de·lu·si /délusi/ n Psi pikiran atau pandangan yg tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yg tidak berdasarkan kenyataan; khayal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "delusi"

📝 Contoh Penggunaan kata "delusi" dalam Kalimat

1.Dia menderita delusi bahwa dirinya adalah seorang pahlawan nasional.
2.Dalam psikologi, delusi sering kali merupakan gejala dari gangguan mental.
3.Dia memiliki delusi bahwa dia akan menjadi raja suatu hari nanti.
4.delusi yang diajayakan oleh beberapa okultis dapat merugikan orang banyak.
5.Dalam sastra, delusi sering kali digunakan sebagai tema untuk mengkritik kebenaran.

📚 Artikel terkait kata "delusi"

Mengenal Kata 'delusi' - Inspirasi dan Motivasi

Delusi: Mengenal Konsep Pikiran yang Tidak Berdasar

Delusi adalah istilah psikologi yang merujuk pada pikiran atau pandangan yang tidak berdasar, biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar. Konsep ini sudah ada sejak zaman kuno, ketika orang-orang percaya bahwa dunia dijalankan oleh kekuatan supernatural atau dewa-dewa. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan pengalaman manusia, pengertian delusi telah berkembang menjadi lebih luas dan kompleks. Delusi bukan hanya berlaku pada orang yang percaya pada hal-hal supernatural, tapi juga pada orang yang memiliki pikiran yang tidak rasional dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, seseorang yang percaya bahwa mereka dapat berbicara dengan hewan atau memiliki kemampuan luar biasa tanpa bukti yang jelas. Contoh lainnya adalah seseorang yang percaya bahwa mereka dapat memprediksi hasil lotre dengan menggunakan metode yang tidak ilmiah. Dalam keduanya, delusi adalah hasil dari pikiran yang tidak berdasar dan tidak rasional. Delusi juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang politik dan media sosial. Misalnya, seseorang yang percaya pada informasi palsu yang beredar di media sosial dan langsung mempercayainya tanpa membuktikan kebenarannya. Atau, seseorang yang memiliki sifat kemegahan diri dan selalu membandingkan diri dengan orang lain, tanpa menyadari bahwa mereka tidak memiliki kemampuan yang sama. Dalam keduanya, delusi dapat menyebabkan individu tersebut kehilangan akal sehat dan melakukan keputusan yang tidak tepat. Dalam budaya Indonesia modern, delusi dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Misalnya, seseorang yang percaya pada ramalan astrologi atau dukun yang tidak berdasar. Atau, seseorang yang percaya pada produk atau metode yang tidak jelas dan tidak terbukti keberhasilannya. Dalam keduanya, delusi dapat menyebabkan individu tersebut kehilangan kepercayaan diri dan melakukan keputusan yang tidak tepat. Dengan demikian, penting bagi kita untuk memahami konsep delusi dan bagaimana cara mengenalinya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadi lebih sadar dan akal sehat, kita dapat menghindari delusi dan melakukan keputusan yang tepat.

Kata yang Mirip

delusif