Arti Kata "delinkuensi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "delinkuensi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

delinkuensi

de·lin·ku·en·si /délinkuénsi/ n Huk tingkah laku yg menyalahi secara ringan norma dan hukum yg berlaku dl suatu masyarakat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "delinkuensi"

📝 Contoh Penggunaan kata "delinkuensi" dalam Kalimat

1.Pengadilan menetapkan hukuman ringan terhadap pelanggar kecelakaan lalu lintas yang bersifat delinkuensi.
2.Dalam konteks hukum, delinkuensi tidak selalu berarti tidak ada tanggung jawab.
3.Ia dianggap memiliki tingkah laku delinkuensi yang membuatnya tidak terpilih sebagai ketua tim.
4.Saat itu, perbuatan delinkuensi tersebut membuatnya mendapat teguran dari guru.
5.Karena tingkah laku delinkuensi, ia harus melakukan kerja sosial sebagai bentuk pemulihan.

📚 Artikel terkait kata "delinkuensi"

Mengenal Kata 'delinkuensi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Delinkuensi" - Hukum dan Norma Sosial

Kata "delinkuensi" seringkali tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat relevan dalam konteks hukum dan sosial. Istilah ini pertama kali muncul dalam bahasa Indonesia sebagai pengertian "tingkah laku yg menyalahi secara ringan norma dan hukum yg berlaku dl suatu masyarakat". Ini berarti bahwa delinkuensi adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat, tetapi tidak begitu berat atau serius. Dalam konteks sejarah, konsep delinkuensi seringkali digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak pantas atau tidak etis dalam suatu masyarakat. Namun, dalam perkembangan waktu, istilah ini semakin spesifik dan digunakan untuk menjelaskan perilaku yang tidak sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku, tetapi tidak begitu serius atau berat.

Contoh Penggunaan Kata "Delinkuensi"

Delinkuensi dapat dilihat dalam berbagai konteks sehari-hari. Misalnya, seseorang melakukan pelanggaran lalu lintas yang tidak begitu serius, seperti tidak memakai helm atau tidak menghormati lampu lalu lintas. Dalam hal ini, perilaku tersebut dapat dianggap sebagai delinkuensi karena tidak sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku, tetapi tidak begitu berat atau serius. Contoh lain adalah seseorang yang tidak mematuhi peraturan rumah sakit, seperti tidak mengikuti prosedur kebersihan atau tidak menghormati pasien lain. Dalam hal ini, perilaku tersebut juga dapat dianggap sebagai delinkuensi karena tidak sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku dalam lingkungan rumah sakit.

Relevansi Delinkuensi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Delinkuensi memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat yang kompleks dan beragam, delinkuensi dapat menjadi fenomena yang umum dan tidak terduga. Dalam beberapa kasus, delinkuensi dapat menjadi awal dari perilaku yang lebih serius dan berat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengenali delinkuensi dalam berbagai konteks sehari-hari, sehingga kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghindari atau mengatasi perilaku tersebut. Dalam budaya Indonesia modern, delinkuensi dapat dianggap sebagai salah satu tantangan dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih hormat terhadap norma dan hukum yang berlaku.