Arti Kata "deifikasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "deifikasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

deifikasi

de·i·fi·ka·si/déifikasi/ n pendewaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "deifikasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "deifikasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah melakukan deifikasi terhadap tokoh nasional melalui upacara peresmian monumen.
2.Kerajaan Romawi dikenal karena deifikasi para dewa dan tokoh penting dalam sejarah mereka.
3.Saya menemukan bahwa deifikasi sang tokoh itu tidak hanya mencakup penghargaan, tapi juga kekuasaan.
4.Dalam sejarah Yunani kuno, deifikasi dewa-dewi sangat sering terjadi.
5.Dalam konteks budaya, deifikasi seorang artis dapat meningkatkan popularitasnya secara signifikan.

📚 Artikel terkait kata "deifikasi"

Mengenal Kata 'deifikasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Deifikasi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "deifikasi" memiliki makna yang cukup kompleks dan luas dalam konteks bahasa Indonesia. Secara umum, deifikasi merujuk pada sebuah proses atau aksi untuk mendewakan atau memuliakan sesuatu atau seseorang. Dalam sejarah, konsep deifikasi telah digunakan dalam berbagai konteks, seperti agama, budaya, dan politik. Misalnya, dalam agama Kristen, Yesus Kristus diyakini sebagai anak Tuhan dan dipandang sebagai sumber keselamatan dan kebenaran. Dalam konteks ini, deifikasi Yesus terjadi melalui proses kebangkitan-Nya dari kematian. Dalam kehidupan sehari-hari, deifikasi dapat dilihat dalam berbagai aspek. Berikut beberapa contoh penggunaan kata deifikasi dalam kalimat yang alami: - Penghargaan Deifikasi: Pemerintah memberikan deifikasi kepada presiden yang telah berkontribusi besar dalam memajukan negara. - Pengakuan Deifikasi: Seniman terkenal dideifikasi sebagai simbol kebudayaan bangsa. - Pendewaan Deifikasi: Tokoh nasional dideifikasi sebagai simbol keberanian dan semangat nasionalisme. Dalam budaya Indonesia modern, deifikasi sering kali terkait dengan konsep "tokoh nasional" atau "pahlawan nasional". Dalam beberapa kasus, deifikasi ini dapat digunakan sebagai alat politik untuk memuliakan seseorang atau sesuatu yang dianggap memiliki nilai dan makna yang lebih tinggi. Namun, perlu diingat bahwa deifikasi juga dapat digunakan untuk memuliakan sesuatu yang positif dan menginspirasi.