Arti Kata "debah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "debah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

debah

de·bah n sembelih; bantai; zabah;
men·de·bah v menyembelih; membantai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "debah"

📝 Contoh Penggunaan kata "debah" dalam Kalimat

1.Kepolisian menangkap pelaku pembantaian di daerah pinggiran kota.
2.Pembantaian binatang liar telah menyebabkan populasi mereka menurun secara drastis.
3.Penganiayaan terhadap korban hanya bisa dihentikan oleh intervensi pihak berwenang.
4.Laporan tentang kekejaman penjahat yang membantai korban membuat warga takut.

📚 Artikel terkait kata "debah"

Mengenal Kata 'debah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Debah" - Makna dan Relevansi dalam Kehidupan

Kata "debah" memiliki makna yang kompleks dan multifungsional dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, "debah" biasanya terkait dengan kegiatan menyembelih hewan atau membantai musuh. Namun, dalam pengertian yang lebih luas, "debah" dapat diartikan sebagai tindakan yang merusak atau menghancurkan. Dalam sejarah Indonesia, "debah" sering digunakan untuk menggambarkan peristiwa-peristiwa pemberontakan atau perang saudara. Contoh yang paling terkenal adalah "Debah di Pasar Senen" pada tahun 1641, yang merupakan pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda. Dalam konteks ini, "debah" digunakan untuk menggambarkan kekerasan dan kehancuran yang terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari, "debah" dapat digunakan dalam beberapa konteks yang berbeda. Misalnya, "debah" dapat diartikan sebagai tindakan yang merusak lingkungan atau merusak kehidupan masyarakat. Contoh kalimat: "Pembakaran hutan massal di Kalimantan adalah contoh debah yang sangat membahayakan lingkungan". Dalam budaya Indonesia, "debah" juga memiliki makna yang lebih luas. Contoh kalimat: "Debah dalam puisi Javanese dapat diartikan sebagai kebebasan dari belenggu sosial yang merusak". Dalam konteks ini, "debah" digunakan untuk menggambarkan kebebasan dan kehidupan yang lebih bahagia. Dalam konteks modern, "debah" juga dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "debah" dapat diartikan sebagai tindakan yang merusak reputasi atau merusak kepercayaan masyarakat. Contoh kalimat: "Debah dalam dunia politik dapat diartikan sebagai tindakan yang merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah". Dalam keseluruhan, "debah" adalah kata yang kompleks dan multifungsional dalam bahasa Indonesia. Dalam pengertian yang lebih luas, "debah" dapat diartikan sebagai tindakan yang merusak atau menghancurkan. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, "debah" dapat digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda, termasuk dalam budaya dan politik.