Arti Kata "buang sirih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buang sirih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buang sirih

mengeluarkan seseorang kelompok kekerabatan; menganggap seseorang bukan kerabat lagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buang sirih"

📝 Contoh Penggunaan kata "buang sirih" dalam Kalimat

1.Ibu menjatuhkan keputusan untuk buang sirih adiknya karena perilakunya yang tidak pantas.
2.Pak Tua memutuskan untuk buang sirih cucunya yang terus melanggar aturan keluarga.
3.Dalam masyarakat tradisional, orang yang buang sirih anggota keluarganya akan mendapat hukuman sosial yang keras.
4.Pada acara pernikahan, pihak yang buang sirih saudara perempuan pengantin akan dianggap tidak hormat.
5.Dalam novel itu, tokoh utama akhirnya memutuskan untuk buang sirih sahabatnya yang telah membocorkan rahasia pribadinya.

📚 Artikel terkait kata "buang sirih"

Mengenal Kata 'buang sirih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Buang Sirih" - Makna Resmi dan Konteks Sosial

Kata "buang sirih" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, namun apa sebenarnya maknanya? Dalam bahasa Indonesia, "buang sirih" memiliki makna resmi yaitu **mengeluarkan seseorang kelompok kekerabatan** atau menganggap seseorang bukan kerabat lagi. Sejarahnya, kata ini berasal dari tradisi adat istiadat masyarakat Betawi di Jakarta, di mana seseorang yang tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga akan dibuang atau diusir dari rumah dan keluarga. Penggunaan kata "buang sirih" dalam kalimat alami dapat dilihat dalam contoh berikut. Misalnya, **seseorang yang telah melanggar adat istiadat** keluarganya dan tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga, maka ia akan **dibuang sirih** oleh keluarganya. Atau, ketika seseorang yang telah meninggalkan kebiasaan buruknya dan tidak lagi dianggap sebagai anggota kelompok, maka ia akan **dibuang sirih** dari grup tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "buang sirih" memiliki relevansi dalam konteks sosial dan budaya Indonesia modern. Misalnya, ketika seseorang yang telah melakukan kesalahan besar dan tidak lagi dianggap sebagai anggota masyarakat, maka ia akan **dibuang sirih** oleh masyarakat. Atau, ketika seseorang yang telah meninggalkan identitasnya dan tidak lagi dianggap sebagai bagian dari komunitas, maka ia akan **dibuang sirih** dari komunitas tersebut. Dalam kesimpulan, kata "buang sirih" memiliki makna resmi yang luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. **Mengerti makna dan konteks kata "buang sirih"** dapat membantu kita memahami peran dan fungsi kata ini dalam percakapan sehari-hari.