Arti Kata "boikot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "boikot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

boikot

boi·kot v, mem·boi·kot v bersekongkol menolak untuk bekerja sama (berurusan dagang, berbicara, ikut serta, dsb): wakil partai itu tetap akan - pembicaraan undang-undang itu dl parlemen; sudah tiga bulan mereka -ku;
pem·boi·kot n orang (pihak) yg memboikot;
pem·boi·kot·an n proses, cara, perbuatan memboikot: - ditujukan pd kapal-kapal asing yg mengangkut alat-alat perang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "boikot"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "boikot" dalam Kalimat

1.Warga desa tersebut memutuskan untuk memboikot produk merek tertentu karena alasan lingkungan.
2.Pemerintah mengancam akan memboikot negara lain jika mereka tidak memenuhi persyaratan internasional.
3.Para mahasiswa memutuskan untuk memboikot kampus karena tidak puas dengan kebijakan universitas.
4.Pihak industri telah memulai untuk memboikot produk yang menggunakan bahan yang tidak ramah lingkungan.
5.Pemboikotan terhadap produk asing telah berdampak besar pada perekonomian negara.

πŸ“š Artikel terkait kata "boikot"

Mengenal Kata 'boikot' - Inspirasi dan Motivasi

Boikot: Memilih untuk Tidak Bertindak

Sejarah dan Makna Umum

Kata **boikot** berasal dari Bahasa Irlandia, yaitu "buΓ­ocht," yang berarti "kekecewaan." Pada awalnya, **boikot** dipakai untuk menggambarkan tindakan seseorang atau kelompok dalam menolak untuk bekerja sama atau berpartisipasi dalam suatu hal. Konsep ini telah lama dikenal dan digunakan dalam berbagai konteks, termasuk politik dan sosial.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Dalam prakteknya, **boikot** sering digunakan untuk menggambarkan tindakan yang ditujukan untuk menekan atau mengkritik seseorang atau kelompok. Misalnya, "Pemerintah telah mengancam akan melakukan **boikot** terhadap negara lain jika mereka tidak menuruti keputusan Internasional." Atau, "Kelompok aktivis lingkungan telah melakukan **boikot** terhadap perusahaan yang melakukan eksploitasi sumber daya alam." Dalam kedua contoh ini, **boikot** digunakan untuk menggambarkan tindakan yang ditujukan untuk menekan atau mengkritik.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, **boikot** masih menjadi isu yang relevan. Misalnya, dalam konteks ekonomi, **boikot** dapat digunakan untuk menggambarkan tindakan pengusaha dalam menolak untuk bekerja sama dengan seseorang atau kelompok. Dalam konteks sosial, **boikot** dapat digunakan untuk menggambarkan tindakan pengusaha dalam menolak untuk bekerja sama dengan seseorang atau kelompok yang memiliki nilai-nilai yang berbeda. Dalam kedua contoh ini, **boikot** digunakan untuk menggambarkan tindakan yang ditujukan untuk menekan atau mengkritik. Dalam kesimpulan, **boikot** adalah kata yang memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam kehidupan sehari-hari, **boikot** masih menjadi isu yang relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks.