Arti Kata "belum tegak hendak berlari" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belum tegak hendak berlari" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belum tegak hendak berlari

Peribahasa lekas-lekas hendak marah, sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahi; belum duduk sudah belunjur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belum tegak hendak berlari"

📝 Contoh Penggunaan kata "belum tegak hendak berlari" dalam Kalimat

1.Dia belum tegak hendak berlari, tetapi sudah menuduh orang lain bersalah.
2.Pemimpin belum tegak hendak berlari, tetapi sudah mengambil keputusan yang tidak rasional.
3.Dia belum tegak hendak berlari, tetapi sudah membuat keputusan yang tidak bijak.
4.Sebelum menyelesaikan pekerjaan, dia sudah berencana untuk berlibur.
5.Saya belum tegak hendak berlari, tetapi sudah menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan.

📚 Artikel terkait kata "belum tegak hendak berlari"

Mengenal Kata 'belum tegak hendak berlari' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "belum tegak hendak berlari" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "belum tegak hendak berlari" merupakan peribahasa dalam bahasa Indonesia yang mengandung makna penting tentang kesabaran dan pemikiran yang matang. Peribahasa ini memperingatkan tentang bahaya berburuk sangka atau langsung marah tanpa mempertimbangkan fakta sebelumnya. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin berasal dari pengalaman masyarakat pada masa lalu, di mana orang-orang rentan terhadap emosi dan reaksinya yang cepat.

Pengertian dan Arti

Dalam arti resmi, peribahasa "belum tegak hendak berlari" memiliki makna bahwa seseorang yang belum memahami benar kesalahan orang lain, langsung ingin marah. Ini berarti bahwa kita harus berhati-hati dalam menilai atau menghakimi orang lain, tanpa memikirkan informasi yang lengkap. Dalam bahasa lain, peribahasa ini mengingatkan kita untuk tidak langsung menilai atau menghakimi tanpa mempertimbangkan fakta yang ada.

Contoh Penggunaan

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "belum tegak hendak berlari" dalam kalimat yang alami: * "Dia langsung marah tanpa mengetahui benar apa yang terjadi, seperti belum tegak hendak berlari." * "Jangan langsung menghakimi orang lain tanpa mempertimbangkan informasi yang lengkap, seperti belum tegak hendak berlari." * "Dia belum tegak hendak berlari, jadi dia harus memahami benar apa yang terjadi sebelum mengambil keputusan."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "belum tegak hendak berlari" memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi interpersonal. Dalam beberapa situasi, kita rentan terhadap emosi dan reaksinya yang cepat, seperti dalam situasi konflik atau perdebatan. Oleh karena itu, peribahasa ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam menilai atau menghakimi orang lain, dan untuk mempertimbangkan informasi yang lengkap sebelum mengambil keputusan.