Arti Kata "banderol" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "banderol" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

banderol

ban·de·rol n pita cukai (pd rokok, cerutu, dsb) sbg tanda bahwa pajaknya sudah dibayar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "banderol"

📝 Contoh Penggunaan kata "banderol" dalam Kalimat

1.banderol pajak yang terpasang pada rokok mengindikasikan bahwa produk tersebut sudah membayar cukai.
2.Di pasar tradisional, pedagang kerajinan tangan menempelkan banderol harga pada setiap produknya.
3.Penggunanya membeli tiket masuk ke taman hiburan dengan membayar di kasir dan menerima sebuah banderol sebagai bukti pembayaran.
4.banderol dengan logo perusahaan menjadi identitas merek yang kuat dan mudah dikenal oleh masyarakat.
5.Pendidik mencontohkan kebiasaan membaca label dan memahami informasi yang tertera pada produk, termasuk banderol harga di toko.

📚 Artikel terkait kata "banderol"

Mengenal Kata 'banderol' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Banderol" - Pajak yang Sudah Dibayar

Kata "banderol" adalah istilah yang familiar bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks pembelian rokok dan produk lainnya yang dibebani pajak. Namun, apakah Anda tahu bahwa kata ini memiliki makna yang lebih luas di luar konteks pajak? Banderol sebenarnya adalah pita atau tanda yang menandakan bahwa pajak telah dibayar. Sejarahnya, kata ini berkembang pada masa kolonial Belanda, ketika pemerintah kolonial membebankan pajak pada masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat banderol pada rokok, cerutu, dan produk lainnya yang dibebani pajak. Kita juga melihat banderol pada produk lainnya, seperti minuman dan makanan. Contoh kalimat yang alami adalah: "Rokok itu sudah dibanderol, saya tidak perlu membayar pajak lagi." Atau, "Saya tidak ingin membeli rokok yang belum dibanderol, karena saya tidak ingin membayar pajak tambahan." Banderol juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah meningkatkan pajak pada rokok dan produk lainnya untuk meningkatkan pendapatan negara. Hal ini telah membuat masyarakat Indonesia lebih sadar akan pentingnya pajak dan banderol sebagai tanda bahwa pajak telah dibayar. Dengan demikian, banderol telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.