Arti Kata "bagai si bisu berasian (bermimpi)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai si bisu berasian (bermimpi)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai si bisu berasian (bermimpi)

Peribahasa tidak dapat mengatakan meskipun tahu (mengerti)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai si bisu berasian (bermimpi)"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai si bisu berasian (bermimpi)" dalam Kalimat

1.Seorang saksi mata tetap berasian karena takut dihukum polisi.
2.Dalam peradilan, hakim mengatakan bahwa dia berasian dengan fakta yang terjadi.
3.Seorang pelaku kejahatan mengaku berasian dengan rencana yang telah ia buat.
4.Dia berasian mengetahui kebenaran, tetapi tidak mengatakan apa-apa kepada polisi.
5.Pada sidang parlemen, anggota DPR yang mendukung proyek tersebut tetap berasian dengan kritik lawannya.

📚 Artikel terkait kata "bagai si bisu berasian (bermimpi)"

Mengenal Kata 'bagai si bisu berasian (bermimpi)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai Si Bisu Berasian (Bermimpi)" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **bagai si bisu berasian (bermimpi)** adalah peribahasa yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak dapat mengatakan atau mengungkapkan apa yang dipikirkan atau dirasakannya, meskipun mereka tahu atau mengerti tentang hal tersebut. Peribahasa ini memiliki akar yang sangat dalam dalam sejarah dan budaya Indonesia, dan masih digunakan hingga saat ini. Peribahasa ini berasal dari masa lalu, ketika seseorang yang tidak berbicara atau tidak dapat mengungkapkan apa yang dipikirkan atau dirasakannya dipanggil "si bisu". Karena mereka tidak dapat berbicara, maka mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka ketahui atau mengerti. Dengan demikian, peribahasa ini menjadi simbol dari keadaan di mana seseorang tidak dapat mengungkapkan apa yang mereka tahu atau mengerti. **bagai si bisu berasian (bermimpi)** masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Contohnya, ketika seseorang melihat sesuatu yang aneh atau tidak biasa, mereka mungkin akan berkata, "Dia bagai si bisu berasian (bermimpi)!" Artinya, mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka lihat atau rasakan, tetapi mereka tahu bahwa hal tersebut tidak biasa. Contoh lainnya, ketika seseorang tidak dapat menjawab pertanyaan atau tidak dapat mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, mereka mungkin akan berkata, "Dia tidak bisa mengatakan apa-apa, bagai si bisu berasian (bermimpi)!" Artinya, mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka tahu atau mengerti, tetapi mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mengatakan apa-apa. Dalam kehidupan sehari-hari, **bagai si bisu berasian (bermimpi)** masih digunakan sebagai peribahasa yang menggambarkan keadaan di mana seseorang tidak dapat mengatakan apa yang mereka tahu atau mengerti. Peribahasa ini masih relevan hingga saat ini, dan masih digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menggambarkan keadaan di mana seseorang tidak dapat mengungkapkan apa yang mereka pikirkan atau dirasakannya.