Arti Kata "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)

Kiasan kehidupan orang yang turun naik, tidak menentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)" dalam Kalimat

1.Kehidupan manusia seringkali seperti sebuah tiang yang rebah bangun karena terinjak.
2.Dalam karirnya, dia seperti sambau di tengah jalan yang tidak pernah menentu.
3.Sebagai seorang anak, dia perlu belajar untuk tidak menjadi seperti sambau yang selalu terjatuh.
4.Dalam masyarakat, ada beberapa orang yang seperti sambau di tengah jalan, tidak pernah menemukan jalan yang benar.
5.Kehidupan sebagai seorang guru bukanlah mudah, karena harus menghadapi siswa yang seperti sambau di tengah jalan yang tidak pernah menentu.

📚 Artikel terkait kata "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)"

Mengenal Kata 'bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)" adalah salah satu kiasan yang digunakan untuk menggambarkan kehidupan orang yang turun naik, tidak menentu. Konsep ini telah ada sejak lama dan dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pada saat itu. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin digunakan untuk menggambarkan pengalaman orang yang menghadapi kesulitan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kiasan Kehidupan yang Turun Naik

Kiasan "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)" sering digunakan untuk menggambarkan kehidupan orang yang menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan. Mereka mungkin mengalami kegagalan di satu tahap, tetapi kemudian bangkit lagi dan berusaha untuk mencapai tujuan mereka. Contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami adalah: "Dia seperti sambau di tengah jalan, tetapi ia tidak pernah menyerah dan terus berusaha untuk mencapai impianya." Atau, "Kehidupannya seperti sambau di tengah jalan, selalu turun naik, tetapi ia selalu bangkit lagi."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kiasan "bagai sambau di tengah jalan (yang rebah bangun karena terinjak)" memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang mengalami kehidupan yang tidak menentu, dan kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan pengalaman mereka. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan sebagai motivasi untuk tidak menyerah dan terus berusaha untuk mencapai tujuan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan kehidupan yang tidak menentu.