Arti Kata "bagai kena santung pelalai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai kena santung pelalai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai kena santung pelalai

Peribahasa gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai kena santung pelalai"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai kena santung pelalai" dalam Kalimat

1.Seorang wanita yang pernah tinggal dengan keluarga lain, kini ditinggalkan karena lupa akan hubungannya dengan suaminya.
2.Suatu hari, seorang anak muda teringat akan kenangan masa kecilnya saat tinggal bersama keluarga lain, karena dia lupa akan hubungannya dengan orang tuanya.
3.Di dalam cerita rakyat, gadis yang lupa akan bersuami digunakan sebagai contoh sanksi bagi yang melupakan tanggung jawab.
4.Seorang pelajar perlu ingat akan tugas-tugasnya agar tidak seperti seorang gadis yang lupa akan bersuami.
5.Peribahasa ini sering digunakan untuk mengingatkan seseorang untuk tidak melupakan tanggung jawab dan kewajiban.

📚 Artikel terkait kata "bagai kena santung pelalai"

Mengenal Kata 'bagai kena santung pelalai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai kena santung pelalai" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "bagai kena santung pelalai" memiliki makna yang sangat mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kata ini berasal dari zaman dulu, ketika gadis-gadis muda sering kali dilupakan oleh suami mereka karena digunakan untuk tujuan tertentu. Konsep ini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam konteks perselingkuhan dan pernikahan yang tidak stabil. Dalam konteks sejarah, peribahasa "bagai kena santung pelalai" digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seorang gadis muda dilupakan oleh suaminya karena tidak ingat akan pernikahan mereka. Hal ini sering kali terjadi ketika suami mereka lebih memilih untuk mengejar keinginan atau tujuan lain. Dalam kondisi seperti ini, gadis muda tersebut merasa seperti dibuang atau dilupakan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "bagai kena santung pelalai" dalam kalimat yang alami: - "Dia merasa seperti bagai kena santung pelalai karena suaminya lebih memilih untuk mengejar karir daripada memperhatikan pernikahan mereka." - "Dia tidak ingat akan pernikahan mereka dan membuatnya merasa seperti bagai kena santung pelalai." Peribahasa "bagai kena santung pelalai" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks perselingkuhan dan pernikahan yang tidak stabil. Dalam beberapa kasus, seseorang dapat merasa seperti bagai kena santung pelalai ketika pasangannya lebih memilih untuk mengejar keinginan atau tujuan lain. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa pernikahan adalah komitmen yang harus dipenuhi dengan baik agar tidak terjadi situasi seperti bagai kena santung pelalai.