Arti Kata "ayam lokal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ayam lokal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ayam lokal

ayam kampung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ayam lokal"

📝 Contoh Penggunaan kata "ayam lokal" dalam Kalimat

1.ayam lokal yang dipelihara di desa memiliki kualitas makanan yang lebih baik.
2.Pengusaha makanan ingin memasukkan ayam lokal ke dalam menu restoran yang barunya.
3.Di pasar tradisional, ayam lokal masih lebih murah daripada ayam impor.
4.Makanan khas daerah menggunakan ayam lokal sebagai bahan utama dalam resepnya.
5.Peternakan ayam lokal yang terletak di pinggiran kota mengeluarkan limbah yang mencemari sungai.

📚 Artikel terkait kata "ayam lokal"

Mengenal Kata 'ayam lokal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ayam Lokal" - Inspirasi dari Peternakan Tradisional

Ayam lokal, atau juga disebut ayam kampung, merupakan istilah yang merujuk pada jenis ayam yang dipelihara secara tradisional di Indonesia. Ayam ini memiliki ciri khas yang berbeda dari ayam ras impor, seperti ukuran tubuh yang lebih kecil dan warna bulu yang bervariasi. Ayam lokal telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu, terutama dalam konteks peternakan dan makanan. Ayam lokal sering digunakan sebagai sumber inspirasi dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam kalimat "Saya memelihara ayam lokal di halaman rumah saya untuk mendapatkan telur segar," kata "ayam lokal" mengacu pada jenis ayam yang dipelihara secara tradisional. Atau dalam kalimat "Ayam lokal adalah salah satu sumber protein yang murah dan mudah didapat," kata "ayam lokal" menggambarkan jenis ayam yang umum ditemui di pasar tradisional. Ayam lokal juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Banyak masyarakat yang memilih untuk memelihara ayam lokal daripada ayam ras impor karena alasan keseimbangan lingkungan dan kualitas makanan. Selain itu, ayam lokal juga menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia, terutama dalam konteks peternakan dan makanan tradisional. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan jenis ayam lokal ini sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam berbagai konteks.