Arti Kata "awadara" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "awadara" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

awadara

awa·da·ra a Dok tanpa (hilang) selaput dara

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "awadara"

📝 Contoh Penggunaan kata "awadara" dalam Kalimat

1.Ibadah haji menjadi awadara bagi umat Islam di seluruh dunia.
2.Para pejabat harus menjalankan tugasnya dengan kejujuran dan menjadi awadara bagi rakyat.
3.Dia memutuskan untuk menjadi hakim dan menjadi awadara bagi warga negara.
4.Dia menempatkan kejujuran dan kebenaran sebagai pedoman hidupnya dan menjadi awadara bagi lingkungannya.
5.Pendidikan yang baik dapat membuat seseorang menjadi awadara bagi masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "awadara"

Mengenal Kata 'awadara' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Awadara" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Awadara

Kata "awadara" berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki makna yang spesifik dalam konteks budaya Jawa. Secara umum, awadara merujuk pada keadaan atau kondisi seseorang yang masih memiliki selaput dara, baik secara fisik maupun spiritual. Dalam sejarah, konsep awadara seringkali terkait dengan kehormatan perempuan, terutama dalam konteks pernikahan.

Penggunaan Kata Awadara dalam Kalimat

Kata awadara sering kali digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan seseorang yang masih memiliki kehormatan dan keutuhan. Contohnya: * Ia masih berstatus awadara, sehingga dia dipilih sebagai calon pengantin. * Setelah menikah, keadaan awadara-nya hilang, dan dia menjadi perempuan yang dewasa. * Pada masa lalu, kehormatan awadara seseorang sangat penting dalam masyarakat.

Relevansi Awadara dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun konsep awadara mungkin terdengar kuno, namun masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks modern, awadara dapat diartikan sebagai keadaan yang masih murni dan tidak terkontaminasi oleh hal-hal negatif. Oleh karena itu, banyak orang yang mencari cara untuk menjaga keutuhan awadara mereka, seperti dengan menghindari perilaku yang tidak pantas atau dengan melakukan kegiatan spiritual. Dengan demikian, kata awadara tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga relevan dalam kehidupan sehari-hari.