Arti Kata "anisogami" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "anisogami" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
anisogami
an·i·so·ga·mi n Bio reproduksi dng persatuan dua gamet yg tidak sama (berbeda ukurannya, tetapi sama bentuknya, atau berbeda ukuran dan bentuknya)
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "anisogami"
📝 Contoh Penggunaan kata "anisogami" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "anisogami"
Arti Kata anisogami Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia
Definisi Anisogami
Anisogami merupakan istilah dalam biologi yang mengacu pada proses reproduksi seksual antara sel kelamin jantan dan betina yang memiliki ukuran berbeda. Pada anisogami, sel kelamin jantan umumnya lebih kecil daripada sel kelamin betina, yang mengandung materi genetik yang diperlukan untuk pembuahan.
Proses anisogami biasanya terjadi pada organisme yang berkembang biak secara seksual, di mana sel kelamin jantan dan sel kelamin betina harus bersatu untuk membentuk individu baru.
Perbedaan ukuran sel kelamin pada anisogami memberikan keuntungan evolusioner dengan menciptakan keragaman genetik yang diperlukan untuk adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Hal ini memungkinkan spesies untuk bertahan hidup dan berkembang dalam berbagai kondisi eksternal.
Strategi perkawinan dan reproduksi suatu spesies juga dapat dipengaruhi oleh anisogami. Perbedaan ukuran sel kelamin dapat memengaruhi dinamika persaingan antar individu dalam proses reproduksi, termasuk seleksi pasangan dan kompetisi intra-seksual.
Dengan adanya anisogami, individu baru dapat terbentuk melalui kombinasi gen yang berbeda antara sel kelamin jantan dan betina. Hal ini meningkatkan keragaman genetik dalam populasi, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan kelangsungan hidup spesies dalam jangka panjang.