Arti Kata "aniridia" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aniridia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
aniridia
an·i·ri·dia a Dok keadaan tidak adanya iris sebagian atau seluruhnya pd mata
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aniridia"
📝 Contoh Penggunaan kata "aniridia" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "aniridia"
Pengertian dan Penyebab Aniridia: Kelainan pada Iris Mata
Pengertian Aniridia
Aniridia adalah kondisi medis di mana seseorang mengalami kelainan pada iris mata, yang merupakan bagian dari mata yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup cahaya. Pada penderita aniridia, iris biasanya tidak lengkap atau bahkan tidak ada sama sekali, sehingga menimbulkan berbagai masalah dalam penglihatan. Kelainan ini dapat bersifat genetik atau dapat disebabkan oleh faktor lain seperti trauma atau infeksi.
Penyebab Aniridia dapat bervariasi, namun yang paling umum adalah faktor genetik. Aniridia sering kali bersifat herediter, yang berarti kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Mutasi gen pada kromosom tertentu dapat menyebabkan terjadinya aniridia pada seseorang. Selain itu, faktor lingkungan seperti cedera mata atau infeksi juga dapat menjadi penyebab terjadinya aniridia.
Seseorang yang didiagnosis menderita aniridia biasanya memerlukan perawatan khusus dari dokter spesialis mata. Pemeriksaan mata secara rutin diperlukan untuk memantau perkembangan kondisi mata dan menghindari komplikasi yang lebih serius. Selain itu, seseorang dengan aniridia mungkin membutuhkan bantuan tambahan dalam kegiatan sehari-hari, seperti menggunakan kacamata khusus atau alat bantu penglihatan.
Aniridia dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam melihat warna dengan jelas. Penderita aniridia sering mengalami kesulitan dalam membedakan warna-warna tertentu atau melihat detail halus dalam lingkungan sekitarnya. Sensitivitas terhadap cahaya juga merupakan gejala umum yang dialami oleh penderita aniridia, sehingga penggunaan kacamata hitam atau pelindung mata menjadi penting untuk mengurangi ketidaknyamanan.
Dalam kasus yang lebih parah, aniridia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma atau katarak. Oleh karena itu, pengelolaan aniridia harus dilakukan dengan hati-hati dan konsisten oleh tim medis yang terlatih. Penderita aniridia juga disarankan untuk menjaga kesehatan mata secara menyeluruh dengan mengikuti instruksi dokter dan melakukan perubahan gaya hidup yang mendukung kondisi mata yang lebih baik.