Arti Kata "anak tolakan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "anak tolakan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

anak tolakan

Istilah psikologi anak yang tidak diterima orang tua (orang tua bersikap tidak memberi kasih sayang, perhatian, dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "anak tolakan"

📝 Contoh Penggunaan kata "anak tolakan" dalam Kalimat

1.anak tolakan seringkali memiliki kesulitan dalam mengembangkan rasa percaya diri.
2.Orang tua yang tidak memahami fenomena anak tolakan harus mendengarkan pendapat psikolog.
3.Kondisi sebagai anak tolakan mempengaruhi perkembangan emosi dan kognitif anak.
4.Banyak anak tolakan yang mengalami kecemasan dalam berinteraksi dengan orang lain.
5.Dalam memberikan edukasi, guru harus memahami bahwa beberapa murid adalah anak tolakan.

📚 Artikel terkait kata "anak tolakan"

Mengenal Kata 'anak tolakan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Anak Tolakan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "anak tolakan" sering digunakan dalam konteks psikologi anak-anak yang tidak diterima oleh orang tua mereka. Istilah ini merujuk pada anak yang tidak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan yang cukup dari orang tuanya. Kata ini seringkali dikaitkan dengan konsep "anak yang ditinggalkan" atau "anak yang tidak dicintai".

Contoh Penggunaan Kata "Anak Tolakan"

Anak tolakan adalah individu yang rentan mengalami trauma dan stres dalam kehidupan mereka. Mereka sering kali memiliki kecenderungan untuk mengembangkan masalah emosi dan perilaku yang tidak seimbang. Sebagai contoh, "Anak tolakan sering kali mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, karena mereka belum pernah merasakan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tuanya." Penggunaan kata "anak tolakan" juga dapat dilihat dalam konteks sosial, seperti di dalam kalimat "Banyak anak tolakan yang akhirnya menjadi korban eksploitasi dan kekerasan, karena mereka tidak memiliki tempat yang aman untuk berlindung."

Relevansi Kata "Anak Tolakan" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "anak tolakan" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak organisasi non-pemerintah yang berusaha untuk membantu anak-anak tolakan yang terdampak oleh kekerasan dan eksploitasi. Mereka juga berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kasih sayang dan perhatian terhadap anak-anak tolakan.