Arti Kata "amortisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "amortisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

amortisasi

amor·ti·sa·si n Huk 1 penghapusan atau pernyataan tidak berlaku thd surat-surat berharga yg nilainya telah dibayarkan kembali atau telah hilang; 2 penyusutan secara berangsur-angsur dr utang atau penyerapan nilai kekayaan yang tidak berwujud dan bersifat susut, spt kontrak atau jatah keuntungan (royalti) ke dl pos biaya, selama jangka (waktu) tertentu;
meng·a·mor·ti·sa·si v menghapuskan atau menyatakan tidak berlakunya lagi surat-surat berharga yg telah dibayar kembali

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "amortisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "amortisasi" dalam Kalimat

1.amortisasi adalah proses penyusutan nilai aset dalam akuntansi perusahaan.
2.Para analis keuangan sering menggunakan metode amortisasi untuk menghitung nilai aset secara berkala.
3.Dalam pembelian rumah, amortisasi dapat membantu menghitung cicilan bulanan yang harus dibayarkan.
4.Perusahaan harus memperhatikan amortisasi aset tetap agar tidak terjadi kerugian finansial di masa depan.
5.amortisasi juga dapat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan dan kinerja bisnis secara keseluruhan.

📚 Artikel terkait kata "amortisasi"

Pengertian dan Contoh Amortisasi dalam Akuntansi Perusahaan

Pengertian Amortisasi

Amortisasi adalah proses penyusutan nilai aset dalam akuntansi perusahaan. Aset tetap seperti gedung, mesin, atau peralatan biasanya memiliki umur ekonomis tertentu, sehingga nilai aset tersebut akan berkurang seiring berjalannya waktu. Amortisasi dilakukan untuk mencatat penurunan nilai aset ini secara sistematis dalam laporan keuangan perusahaan.

Para analis keuangan sering menggunakan metode amortisasi untuk menghitung nilai aset secara berkala. Metode amortisasi yang umum digunakan antara lain metode garis lurus, metode saldo menurun, dan metode unit penjualan. Dengan menggunakan metode amortisasi yang tepat, perusahaan dapat memperkirakan biaya penyusutan aset dengan akurat dan mengoptimalkan penggunaan aset tersebut.

Dalam pembelian rumah, amortisasi dapat membantu menghitung cicilan bulanan yang harus dibayarkan. Misalnya, jika seseorang membeli rumah dengan harga $200,000 dan mengadopsi metode amortisasi 20 tahun, maka cicilan bulanan yang harus dibayarkan akan dihitung berdasarkan periode waktu dan suku bunga yang berlaku.

Perusahaan harus memperhatikan amortisasi aset tetap agar tidak terjadi kerugian finansial di masa depan. Dengan mengatur amortisasi secara efisien, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan aset dan menghindari kehilangan nilai yang signifikan. Pengelolaan amortisasi yang baik juga dapat membantu perusahaan dalam perencanaan anggaran dan pengambilan keputusan investasi.

Amortisasi juga dapat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan dan kinerja bisnis secara keseluruhan. Ketika aset disusutkan secara tepat, laporan keuangan akan mencerminkan nilai aset yang lebih realistis dan akurat. Hal ini penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan dan menarik minat investor atau pemegang saham potensial.