Arti Kata "alusi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "alusi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

alusi

alu·si n Sas majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pd karya sastra; kilatan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "alusi"

📝 Contoh Penggunaan kata "alusi" dalam Kalimat

1.Dalam pidato Presiden, terdapat alusi akan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
2.Buku tersebut memberikan alusi tentang perjalanan seorang penulis menuju kesuksesan.
3.Dalam percakapan sehari-hari, seringkali terdapat alusi terhadap kejadian masa lalu.
4.Pada acara formal tersebut, pembicara memberikan alusi akan visi dan misi perusahaan.
5.Dalam novel terkenal itu, terdapat alusi akan kehidupan masyarakat pada masa kolonial.

📚 Artikel terkait kata "alusi"

Arti Kata Alusi Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pengertian Alusi

Alusi merupakan penggunaan bahasa yang bersifat sindiran atau isyarat tidak langsung untuk menyampaikan suatu pesan atau makna tertentu. Dalam sastra, alusi sering digunakan untuk mengeksplorasi tema atau menyampaikan kritik secara halus. Penggunaan alusi dapat memberikan kedalaman pada karya sastra dan memperkaya pemahaman pembaca terhadap cerita yang disampaikan.

Alusi juga dapat ditemukan dalam berbagai bentuk seni, seperti lukisan, musik, dan tarian. Seniman sering menggunakan alusi untuk mengekspresikan perasaan atau menyampaikan pesan tanpa harus secara eksplisit mengungkapkannya. Dengan demikian, alusi memungkinkan penonton atau pendengar untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam karya seni tersebut.

Dalam konteks sejarah, alusi sering digunakan untuk merujuk pada peristiwa atau tokoh penting tanpa menyebutkan secara langsung. Hal ini dapat memicu rasa ingin tahu dan membangkitkan minat pembaca atau pendengar untuk lebih mendalami informasi tersebut. Penggunaan alusi dalam sejarah juga dapat membantu menghubungkan berbagai peristiwa dan menggambarkan hubungan sebab akibat dalam konteks yang lebih luas.

Di dunia politik, alusi sering digunakan untuk menyampaikan pesan politik atau kritik terhadap kebijakan pemerintah tanpa harus secara terang-terangan. Dengan menggunakan alusi, pembicara atau penulis dapat menghindari konflik langsung namun tetap menyampaikan pandangannya secara halus. Penggunaan alusi dalam politik juga dapat memperkaya wacana publik dan memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap isu-isu yang sedang berkembang.

Secara keseluruhan, alusi merupakan salah satu bentuk retorika yang kuat dalam menyampaikan pesan atau makna secara tidak langsung. Penggunaan alusi dapat memperkaya komunikasi verbal maupun non-verbal, serta memberikan nuansa yang lebih dalam pada karya seni, sastra, sejarah, dan politik. Dengan pemahaman yang baik tentang penggunaan alusi, seseorang dapat menjadi lebih sensitif terhadap berbagai isyarat dan pesan yang tersembunyi dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.