Arti Kata "aglutinasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aglutinasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

aglutinasi

ag·lu·ti·na·si n 1 Bio penggumpalan butir-butir darah merah, bakteri, tepung sari, dan spermatozoa yg disebabkan oleh penambahan aglutinin dr bahan yg bersangkutan; 2 Kim penyatuan sel atau bakteri akibat interaksi bakteri dan serum kekebalan yg bersangkutan; 3 Ling a pengimbuhan pd akar kata yg mengakibatkan perubahan makna atau pemakaian; b peleburan bunyi bahasa yg berdampingan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aglutinasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "aglutinasi" dalam Kalimat

1.Proses aglutinasi merupakan fenomena linguistik yang menarik untuk dipelajari.
2.Agar kalimat lebih padat, penulis sering menggunakan aglutinasi dalam Bahasa Indonesia.
3.Dalam bahasa Jepang, aglutinasi sering digunakan untuk membentuk kata-kata baru.
4.Mahasiswa linguistik sering mempelajari aglutinasi sebagai bagian dari morfologi bahasa.
5.Penggunaan aglutinasi dalam bahasa sehari-hari tidak selalu disadari oleh pembicara.

📚 Artikel terkait kata "aglutinasi"

Pengertian dan Contoh Aglutinasi dalam Bahasa Indonesia

Apa Itu Aglutinasi?

Aglutinasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menambahkan awalan, akhiran, atau infiks pada kata dasar tanpa mengubah makna dasarnya. Dalam linguistik, aglutinasi merupakan salah satu jenis proses morfologis yang umum terjadi dalam berbagai bahasa di dunia. Proses ini memungkinkan pembentukan kata baru dengan cara yang sistematis dan teratur.

Contoh konkret dari aglutinasi dapat ditemui dalam Bahasa Indonesia, misalnya dalam pembentukan kata kerja berimbuhan seperti 'membaca', 'menulis', 'menggambar', dan sebagainya. Dalam kata-kata tersebut, awalan 'me-' atau 'men-' menunjukkan bentuk perintah, sedangkan akhiran '-i' atau '-kan' menunjukkan bentuk kata kerja. Proses aglutinasi ini memungkinkan pembentukan kata kerja baru dari kata dasar dengan aturan tertentu.

Aplikasi praktis dari aglutinasi juga dapat ditemui dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia, seperti Bahasa Jawa atau Bahasa Sunda. Dalam bahasa-bahasa tersebut, aglutinasi digunakan secara luas untuk membentuk kata-kata dengan tambahan imbuhan yang mengubah makna kata dasar. Misalnya, dalam Bahasa Jawa, kata 'mangan' (makan) dapat ditambahkan imbuhan 'an' menjadi 'manganan' yang berarti makanan.

Dalam konteks pembelajaran bahasa, pemahaman tentang aglutinasi sangat penting untuk memahami struktur kata dan memperluas kosakata. Siswa yang belajar Bahasa Indonesia perlu memahami aturan-aturan aglutinasi agar dapat menggunakan bahasa dengan lancar dan benar. Dengan menguasai konsep aglutinasi, siswa dapat mengenali pola-pola pembentukan kata dan mengaplikasikannya dalam percakapan sehari-hari.

Secara keseluruhan, aglutinasi merupakan fenomena linguistik yang menarik dan penting untuk dipelajari dalam studi bahasa. Proses ini tidak hanya membantu dalam pembentukan kata-kata baru, tetapi juga mencerminkan kompleksitas struktur bahasa dan kreativitas manusia dalam berkomunikasi. Dengan memahami aglutinasi, kita dapat lebih menghargai keberagaman bahasa dan mendalami keunikan setiap sistem linguistik yang ada.