Arti Kata "agamais" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "agamais" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

agamais

aga·ma·is a agamawi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "agamais"

📝 Contoh Penggunaan kata "agamais" dalam Kalimat

1.Pengurus masjid harus memiliki sikap agamais dalam menjalankan tugasnya.
2.Saya senang berdiskusi dengan orang yang memiliki pemahaman agamais yang luas.
3.Pendidikan agamais sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak.
4.Kepemimpinan yang agamais akan memberikan inspirasi dan kepercayaan kepada bawahannya.
5.Kegiatan keagamaan di lingkungan kampus membantu mahasiswa memperkuat nilai-nilai agamais.

📚 Artikel terkait kata "agamais"

Arti Kata agamais Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi Agamais

Agamais adalah sifat atau sikap yang mencerminkan ketulusan, keikhlasan, dan ketaatan dalam beragama. Kata ini berasal dari bahasa Arab 'agama' yang berarti keyakinan atau kepercayaan terhadap Tuhan. Dalam konteks Indonesia, agamais sering digunakan untuk menggambarkan perilaku atau karakter seseorang yang patuh dan taat terhadap ajaran agama yang dianutnya.

Sikap agamais tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari tindakan ibadah, hubungan sosial, hingga pengambilan keputusan. Individu yang memiliki sifat agamais cenderung menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam ajaran agama. Mereka berupaya untuk mengimplementasikan ajaran tersebut dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pergaulan dengan sesama manusia maupun dalam interaksi dengan lingkungan sekitar.

Sikap agamais juga tercermin dalam kepemimpinan dan pengelolaan suatu lembaga atau organisasi. Seorang pemimpin yang agamais akan mengutamakan keadilan, kejujuran, dan kepedulian dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil. Mereka mengedepankan nilai-nilai moral dan etika dalam menjalankan tugasnya serta selalu berusaha memberikan teladan yang baik bagi bawahannya.

Pendidikan agamais memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Melalui pendidikan agamais, anak-anak dan remaja diajarkan untuk memahami ajaran agama secara mendalam, menguatkan keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan, serta menerapkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah agamais atau lembaga pendidikan yang memasukkan nilai-nilai agama dalam kurikulumnya dapat membantu mencetak generasi yang memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam konteks sosial, kegiatan keagamaan seperti pengajian, kajian kitab suci, atau kegiatan amal juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai agamais dalam masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, individu dapat saling mengingatkan, memotivasi, dan mendukung dalam menjalani kehidupan beragama. Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan juga memperkuat rasa solidaritas dan persaudaraan di antara umat beragama, menciptakan harmoni dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.