Arti Kata "adagium" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "adagium" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

adagium

ada·gi·um n pepatah; peribahasa: sebuah -- Latin menyatakan “Ubi societas ibi justicia”, artinya di mana ada masyarakat dan kehidupan di sana ada hukum (keadilan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "adagium"

📝 Contoh Penggunaan kata "adagium" dalam Kalimat

1.adagium yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah 'bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian'.
2.Dalam konteks hukum, adagium 'ignorantia juris non excusat' berarti ketidaktahuan hukum bukanlah alasan untuk menghindari sanksi.
3.adagium 'sedia payung sebelum hujan' mengajarkan pentingnya persiapan sebelum menghadapi masalah.
4.Pengusaha sukses sering kali mengikuti adagium 'berani mengambil risiko, berani menuai hasil'.
5.Dalam dunia pendidikan, adagium 'ilmu yang amaliah yang bermanfaat' menjadi pedoman bagi para siswa.

📚 Artikel terkait kata "adagium"

Pengertian dan Contoh Adagium dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian Adagium

Adagium merupakan pepatah atau peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran moral. Kata ini berasal dari bahasa Latin 'adagium' yang berarti 'ucapan yang bijak'. Adagium sering digunakan dalam berbagai konteks untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pedoman dalam bertindak.

Dalam kehidupan sehari-hari, adagium sering menjadi pegangan bagi banyak orang. Misalnya, adagium 'hemat pangkal kaya' mengajarkan pentingnya mengelola keuangan dengan bijaksana agar memiliki tabungan untuk masa depan. Begitu pula dengan adagium 'jangan menunda-nunda pekerjaan' yang mengingatkan kita agar tidak menunda-nunda tugas yang harus dilakukan.

Adagium juga sering digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, adagium 'tak kenal maka tak sayang' mengajarkan pentingnya saling mengenal satu sama lain sebelum bisa saling mencintai. Hal ini menunjukkan bahwa adagium dapat menjadi cerminan dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam suatu masyarakat.

Dalam dunia bisnis, adagium 'pelanggan adalah raja' menjadi pedoman bagi para pengusaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Dengan mengutamakan kepuasan pelanggan, bisnis dapat berkembang dan meraih kesuksesan. Adagium ini juga mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan pelanggan untuk membangun loyalitas dan kepercayaan.

Terakhir, dalam konteks pendidikan, adagium 'ilmu padi, ilmu yang amaliah' mengajarkan pentingnya mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan ilmu yang dimiliki, seseorang dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Adagium ini menjadi motivasi bagi para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan mengaplikasikan ilmu yang didapat.