Arti Kata "Jumadilakhir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "Jumadilakhir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Jumadilakhir

Ju·ma·dil·a·khir n bulan ke-6 tahun Hijriah (29 hari)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "Jumadilakhir"

📝 Contoh Penggunaan kata "Jumadilakhir" dalam Kalimat

1.Bulan Jumadilakhir adalah bulan ketujuh dalam Kalender Hijriyah.
2.Dalam Islam, Ramadhan berakhir dan Idul Fitri biasanya jatuh pada hari pertama bulan Jumadilakhir.
3.Di beberapa tempat, pesta tradisional yang merayakan musim panas dimulai pada awal bulan Jumadilakhir.
4.Para umat Islam biasanya melakukan ibadah puasa sunah pada bulan Jumadilakhir dan Syawal.
5.Bulan Jumadilakhir dianggap sebagai bulan yang paling baik untuk berpuasa sunah dalam Islam.

📚 Artikel terkait kata "Jumadilakhir"

Mengenal Kata 'Jumadilakhir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jumadilakhir" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam kalender Hijriah, Jumadilakhir memiliki definisi resmi sebagai bulan ke-6 yang terdiri dari 29 hari. Arti ini memiliki relevansi dengan perhitungan waktu Islam yang digunakan untuk menentukan hari raya Idul Fitri, atau Lebaran. Secara historis, Jumadilakhir juga memiliki makna spiritual sebagai bulan awal dari bulan-bulan berpuasa, yang kemudian diikuti oleh bulan Ramadhan. Dalam kehidupan sehari-hari, Jumadilakhir seringkali dianggap sebagai awal dari masa berpuasa dan renungan diri. Dalam kalimat, Jumadilakhir dapat digunakan dalam beberapa contoh penggunaan seperti: "Selama Jumadilakhir, kami akan meningkatkan ibadah dan amal." atau "Bulan Jumadilakhir adalah waktu yang tepat untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri." Contoh lainnya adalah: "Pada bulan Jumadilakhir, kami akan melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaan bersama-sama." Dalam budaya Indonesia modern, Jumadilakhir memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat Indonesia seringkali menggunakan kalender Hijriah sebagai acuan untuk menentukan hari raya Idul Fitri, yang kemudian diikuti oleh liburan panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, Jumadilakhir juga digunakan sebagai inspirasi untuk meningkatkan ibadah dan amal, serta untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, Jumadilakhir memiliki arti yang luas dan mendalam dalam kehidupan masyarakat Indonesia.