Arti Kata "keremi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keremi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keremi

ke·re·mi n kerawit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keremi"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "keremi" dalam Kalimat

1.Pada acara perayaan ulang tahun, anak kecil tersebut menunjukkan sifat ke·re·mi dengan berkerumun di depan meja pesta.
2.Kegiatan keremi di sekolah membuat peserta didik bosan dan ingin segera pulang.
3.Ibu rumah tangga harus berhati-hati agar anak-anak tidak berkeremi dan menimbulkan kekacauan.
4.Pada masa lalu, keremi adalah cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah dan menguatkan persaudaraan.
5.Dalam masyarakat adat, keremi dianggap sebagai cara yang sakral untuk meminta bantuan dan menyelesaikan masalah.

πŸ“š Artikel terkait kata "keremi"

Mengenal Kata 'keremi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keremi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "keremi" memiliki makna yang kompleks dan unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, keremi berarti "ke-Β·re-Β·mi n kerawit", yang menggambarkan suatu suasana atau kondisi yang sangat sibuk dan ramai. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan suasana di pasar atau tempat kerja yang sangat padat. Pada zaman dulu, keremi sering digunakan untuk menggambarkan suasana di pasar atau tempat kerja yang sangat padat. Masyarakat pada saat itu sering berinteraksi dengan satu sama lain, sehingga suasana menjadi sangat sibuk dan ramai. Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan suasana di pertengahan malam, ketika orang-orang sedang pulang dari kerja dan jalan-jalan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata keremi dalam kalimat yang alami: - Suasana di pasar pagi sangat keremi, dengan banyak orang yang berlalu-lalang dan berinteraksi dengan satu sama lain. - Setelah jam kerja berakhir, suasana di kantor menjadi sangat keremi, dengan banyak orang yang sedang pulang dari kerja. - Saat berjalan-jalan di malam hari, saya sering merasa bahwa suasana sangat keremi, dengan banyak orang yang berlalu-lalang dan berinteraksi dengan satu sama lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata keremi masih digunakan untuk menggambarkan suasana yang sangat sibuk dan ramai. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, seperti menggambarkan suasana di kantor, pasar, atau tempat kerja yang sangat padat.